Senin, 23 Februari 2009

Kegoblokan no.123 - CHUN! BORN NOT TO SING!!!

Kegoblokan no.123

 

Yaaaaaaahaaaaaaaaaaa!

Guys, kali ini gue mo cerita tentang kebodohan gue dalam menyanyi!

Emang ye dari kecil gue ga bakat nyanyi, bahkan gue bisa dibilang ‘Born Not to Sing’ (Kalo ‘Born to Poo’ baru pas…). Hal ini terbukti saat pengambilan nilai seni musik gue kemaren.

Eh ye, sebelum itu gue mo cerita tentang sejarah dunia perdangdutan yang gue geluti selama ini. Pas umur 6 tahun, gue pernah disuruh nyanyi lagunya Joshua yang lagi booming banget di kawinan tante gue. Itu lho lagu yang judulnya ‘Diobok-obok’. Tau kan? Kalo ga tau, mati aja lu ke laut! Liriknya kan kayak gini kalo ga salah;

Diobok-obok airnya diobok-obok

Ada ikannya kecil-kecil pada mabok

Dingin-dingin, dimandiin, nanti masuk angin

Yah berdasarkan kapasitas memory gue yang udah low sama pelajaran hanya sebait itu yang gue inget, dan itu juga udah SEPULUH tahun lalu!!! Nah kalo gue yang nyanyi ntar liriknya berubah…

Diobok-obok airnya diobok-obok

Ada penonton kecil-kecil pada mabok

Liat si Chun, lagi nyanyi, pasti langsung mati…

Iyeah! Cukup. Terus konser itu gue ga inget ye apa orang pada ketawa ngakak guling-guling sampe mati, ato malah terkapar dengan boxer dan mulut berbusa, yang jelas pas sepuluh tahun lalu itu gak ada korban jiwa pas gue nyanyi.

Nah terus kira-kira empat tahun lalu gue berinisiatif bikin lagu neh, buat acara ultah kakek gue. Jadi gue maen di keyboard terus sambil kumur-kumur (baca: nyanyi) gitu. Nah kan gue dengan pedenya tuh maen keyboard, terus gue kumur-kumur dengan penuh nista di depan semua sodara-sodara gue. Akhirnya pas gue selesai nyanyi, semuanya hening.

Terus ada anak kecil yang sangat super duper zuper jujur dan pengan gue kirim pake peti mati firaun ke Zimbabwe biar ntar dia dijadiin bahan ritual hongke-hongke dan dituker sama sebutir permen! Anak itu bilang, “Ma, itu orang nyanyi apa sih”

DEG, JLEB! CROOOOOT, BLAR, DUAR, GEDEBUUUM!

Oke itu dalem banget dan gue langsung trauma nyanyi…

Nah, mengenai pengambilan nilai seni musik gue kemaren kan kita nyanyinya lagu Yamko Rambe Yamko (yang dengan suksesnya gue balik-balik menjadi Yamke Rambo Yamke, atau Yamke Rambo Homo….), sama Bulan Pakai Payung. Buat informasi aja, sekarang belum diketemukan air di luar angkasa, tapi orang Indonesia dari Sumbawa(sooty banget, padahal bukan dari Sumbawa lagunya…) udah menemukan yang namanya bulan itu bisa ngeluarin payung dan lirik lagunya tuh ada kawin-kawinnya gitu.

Liriknya tuh kayak gini;

Bulan pake payung tuturuga batalor

Sio nona dari ambon datang kawin di kantor

(bla-bla-bla gue lupa)…

Ayo kawin bae-bae jangan lagi bakalai

Kalo lagi bakalai, minta cere lebi bae

Ole siohe-siohe sioh sayang

Larasa sayang-sayange…  SAAAYAAANGEEE…

Interpretasi (cieh bahasanya!) gue pada lagu itu sih jadi saat musim kawin, ada orang bawa telor. Terus ada mba-mba dari ambon baru pindah kantor, gara-gara nyari telor jadi ngajakin kawin di kantor (inget bukan nikah! Gyahahahahaha…!), terus abis itu kalo mo kawin baek-baek, jangan berantem en heboh-heboh… mungkin salah gaya kali ye?(wah parah… maksudnya chun!?) terus abis itu mereka sayang-sayangan en teriak2 gila-gilaan...

Gue juga ga begitu ngerti tu lagu, tapi yang parah tuh pas gue lagi nyanyi Yamko Rambo Homo!!! Jadi dengan muka hina dina nista gue nyanyo dengan segerombolan kuda liar yang mirip cacaing (baca : ketiga temen cowok gue) dan sekelompok cewek2 yang suaranya kayak bidadari dari kahyangan yang mandi di telaga terus diintip en dicolong kaennya sama… KOK JADI JAKA TARUB!!!

Oke, pokoknya sebegitu hinanya kita nyanyi lah, tampi si leader hina dina nista ini (baca : chun), melakukan sebuah kesalahan yang amat sangat super duper zuper ultra mega giga tralalala fatal!

Jadi ada bagian dimana kita harus tepuk tangans etelah mengucapkan kata-kata ‘Yamko Rambe Yamko’ sekitar sejuta kali yang sukses gue ubah menjadi bermacam-macam variasi seperti, ‘Yamke Rambo Yamke!’, ‘Yambo Ramke Yambo!’, ‘Rambo Make Yambe!’, ‘Rambo Makan Mpekmpek!’, sampe ke ‘Yamke Rambo Homo’!

Nah pas bagian tepuk tangan gue dengan pedenya nyanyi sendiri kenceng-kenceng, ‘Yamko Rambe Yamko! Yamko Rambe Yamko!’

Terus tiba-tiba hening. Gue bingung kan!? Terus gue liat itu guru en temen-temen sekelas ngeliatin gue. Dalam pikiran gue, apa gue icipirit gitu ya sambil nyanyi… terus meledaklah itu kayak bom atom Hiroshima-nagasaki temen-temen gue yang ketawa ampe guling-guling kayak babi guling, terus jingkrak-jingkrak kayak belalang sembah, sampe yang buka baju terus nari hulahop diatas tiang en muter-muter ala penari tiang (iyalah, masa penari pinang!? Ntar manjat mulu adanya...)… yang terakhir sih nggak…

Jadi intinya gue dengan sukses menghancurkan tes nyanyi gue dengan kesalahan fatal yang ngga boleh dilakukan manusia dalam menyanyi…

Huh… susahnya hidup ini…

Oke deh, see ya guys in my next post!!!

 

Selasa, 06 Januari 2009

Madness number 33, write in english!?

Madness number 33, write in english!?

Yaaa- Haaaa!

Hey guys! This time Chun will try to write in English! I promise you this story wont make you bored and funny just as usualSo, cheer me up, or, pray for me, or… whaterever, by the way what is the english word for “doakan aku ya / dukung aku ya”???

By the way, It’s really damnly uncomfortable to write in english language if you want to be really expressive and funny. Anyway I just realized that I really love Bahasa, and Ramen Noodle too. Hehe…

Oh that doesn’t matter. So This is the story. Madness number 33!

Once upon a time (actually, it’s not necessary to begin my story with that kind of phrases, but who care? Hahaha) I was walking on a mall called Plaza Senayan with my family. That time, we decided to watch a movie called Bolt. You know, the one with a crazy dog that think it is a super dog and has a super power with a repulsor ray – like eye laser,then a super strength, super bark (when the dog bark, it illustrated that the earth itself trembling and shaking like playing a hulahop {what?}, just joking, the hulahop is a joke but the other thing is true).

However, I don’t think like I want to review the movie for you guys, so let’s just get moving to the point.

So, I just walking calmly to the ticket counter and say something like :

“Ticket for studio 1, please.” I really try to speak English there. But the clerk (or what we supposed to call her-who-watch-over-the-ticket-counter?) didn’t understand me at all, so she just said.

“Ha?” You know, it’s really ridiculous if you look at her face just that time, as if she saw a big headed mushroom grow straight on my forehead and the mush room have some kind of mouth that says ‘ hallo?’ to her.

So I repeated the sentence again, “Ticket for studio 1 please.”

She didin’t respond and she just said, “Pardon?”

I was really upset that time (for no reason of course), and finally say something in Bahasa, “Tiket studio 1, lima ya, duduk di paling atas.”

But as if she was playing dumb with me she reply me using a really good english and a really good pronunciation, “Okay, five tickets. Here it is, 500 thousand.”

“WHAT!?” I just got shocked by two things. First, that the clerk had been playing dumb with me, and the second thing is I was too busy trying to talk with english language so I didn’t pay attention at the price of the tickets. Damn!

If this blog is written in Bahasa then I would say something like, “Bused! ‘Pala lo botak harganya 500 ribu!” but it become really ridiculous like, “Oh my god! Your head bald the price is five hundred thousand!” or “Oh my god! Your bald head cost five hundred thousand!” which means a really different meaning and become a weird sentences. That’s why, I said it again, I really love to write in Bahasa.

Unfortunately I didn’t say such things, but I just pay it because I had been standing in queue for a long time and I brought enouh money. It seems like, deep in my little pure devilish heart ( hahaha..) just say, “come on pay it already, It isn’t wrong by rarely spending a lot of money for fun and pleasure.” Pretty evil isn’t it?

All of that stupid thing just happened to me, but lately I realized that the film was in 3D so it cost me more than usual. And it wasn’t bad at all, actually it was really great! I want to watch it again! But I don’t have enough money I think… Hahahahaha…

Jumat, 12 Desember 2008

Kisah Seribu Satu Kegoblokan

Kisah Seribu Satu Kegoblokan

Yaaaahaaaa…!

Anak-anak monyeeeet! Setelah sejuta tahun gue abseeeen, gue baru inget kalo gue punya multiply!!! Yaaaahahahahahahahahaha! Goblooook!

Yak, jadi seperti janji awal gue akan menceritakan asal-usul ChuN!

Jadi cerita ini dimulai dari suatu kegoblokan atas kesalahpahaman yang berdasarkan pada sifat-sifat Rasis yang tidak boleh dipelihara oleh saudara-saudara sekalian. Yaaahaaa!

Pada suatu hari di kandang babi (loh!?), muncullah seekor tikus tanah bernama Chun(loh! Goblok!), tikus tanah ini mengais-ngais lumpur untuk menemukan segudang Chun. Kemudian Chun tersebut akan dijual dengan harga yang sangat mahal melebihi suntikan dana amerika yang diusulkan Bush untuk menstabilkan ekonomi Amerika yang tak berdampak begitu nyata pada… Iyak cukup, kita kembali ke cerita asli… sorry, I’m getting really crazy here..!

Yah jadi waktu itu tuh abis upacara bendera (Ya iyaalah! Masa upacara kolor!!! Btw, tadi pas gue solat jum’at gue kan mau takbir gue baru sadar kalo di lantai tiga masjid SMA Labsraw ada yang jemur kolor! Kontan solat gue ga konsen… Ada KOLOR! Di belakang kepala gue… /swt). Terus gue jalan bareng ma temen-temen gue yang kayak kuda poni ke kelas. Terus diperjalanan ada yang sotoy gitu bilang, “Eh, gue punya mobil one wheel drive loh!”(ha?). Sebenernya bukan itu sih, dia sotoy bilang kalo “Cukong Ce Pau itu adalah kalimat mandarin/cina yang artinya ‘anak naga dari gunung’ kontan gue ketawa guling-guling di koridor sekolah diikuti oleh beberapa teman gue yang mendengar dengan penuh antusias, namun beberapa malah manggil ambulans dikiranya komplikasi ayan sama rabies gue kumat…

Terus temen gue yang sotoy itu bilang lagi, “Sepong Se Hau itu artinya ‘anak cacing dari gunung’!” kontan gue ketawa guling-guling ampe jatoh dari lantai tiga terus naek lagi en jatoh lagi en naik lagi en jatoh lagi sampai sepuluh kali berulang tanpa jeda. Terus kan beberapa temen gue yang mirip kuda poni itu teringat akan sesuatu kalo gue mirip Cina Mangga Dua Pelangi (baca di posting sebelumnya, pasti inget deh…). Dan mereka teriak bareng-bareng, kalo gitu nama elu ganti aja Fi, jadi bahasa cina!” gue bengong kayak sapi ompong. Dalem hati gue mikir, nama cina apakah yang akan teman-teman gue berikan pada gue, akankah nama yang akan menggetarkan seluruh dunia persilatan indonesia atau dunia per-kungfu-an cina? Akankah nama ini kelak akan menjadi legenda di sebelah nama Bruce Lee? Atau ternyata nama ini akan menggantikan nama tenar Kick Andy(gue suka rambutnya gokiiil!!!) menjadi Kick sapa-gitu-nama-gue-entar-dalam-bahasa-cina?

Taunya mereka teriak sekenceng-kencengnya, “CHUN!” oh-mai-gat-wat-‘tje-fuk’? Itu kan nama cewek berbadan aduhai dengan baju cina di Street Fighter! Chun Lee? Anaknya Bruce Lee kali. Bruce Lee? Temennya Jet Lee kali(Sotoy banget padahal penulisan salah gitu). Jet Lee? Temennya Lelee kale. Iyak cukup…

No Sh**! Ogah banget gue dipanggil gitu! Tapi nasi telah menjadi bubur, dan toge telah berkecambah(apa sih!?)… semua orang yang lagi jalan di koridor itu denger teriakan para kuda poni disebelah gue! Dah mereka terang aja langsung manggil gue Chun! Chun! Chun! Bahkan ada yang ekstrem, temennya ekstrail, bilag Pe-ChuN! Lu-Chun! San-ChuN! (APASIH STOP DEH!)ArrggH! Gue masuk WC terus gue flush diri gue sendiri. Gue bingung lah! Emang gue sudah mentransformasi diri gue sendiri barengan BumbleBee di Transformers menjadi seorang wanita berbadan pria cina!? ARGH!

Dan Elu tauk, temen cowok seangkatan gue kebanyakan manggil gue dengan nama cewek cina tersebut…!

Argh gak tau ah gue bingung…

Kisah Seribu Satu Kegoblokan

Kisah Seribu Satu Kegoblokan

Yaaaahaaaa…!

Anak-anak monyeeeet! Setelah sejuta tahun gue abseeeen, gue baru inget kalo gue punya multiply!!! Yaaaahahahahahahahahaha! Goblooook!

Yak, jadi seperti janji awal gue akan menceritakan asal-usul ChuN!

Jadi cerita ini dimulai dari suatu kegoblokan atas kesalahpahaman yang berdasarkan pada sifat-sifat Rasis yang tidak boleh dipelihara oleh saudara-saudara sekalian. Yaaahaaa!

Pada suatu hari di kandang babi (loh!?), muncullah seekor tikus tanah bernama Chun(loh! Goblok!), tikus tanah ini mengais-ngais lumpur untuk menemukan segudang Chun. Kemudian Chun tersebut akan dijual dengan harga yang sangat mahal melebihi suntikan dana amerika yang diusulkan Bush untuk menstabilkan ekonomi Amerika yang tak berdampak begitu nyata pada… Iyak cukup, kita kembali ke cerita asli… sorry, I’m getting really crazy here..!

Yah jadi waktu itu tuh abis upacara bendera (Ya iyaalah! Masa upacara kolor!!! Btw, tadi pas gue solat jum’at gue kan mau takbir gue baru sadar kalo di lantai tiga masjid SMA Labsraw ada yang jemur kolor! Kontan solat gue ga konsen… Ada KOLOR! Di belakang kepala gue… /swt). Terus gue jalan bareng ma temen-temen gue yang kayak kuda poni ke kelas. Terus diperjalanan ada yang sotoy gitu bilang, “Eh, gue punya mobil one wheel drive loh!”(ha?). Sebenernya bukan itu sih, dia sotoy bilang kalo “Cukong Ce Pau itu adalah kalimat mandarin/cina yang artinya ‘anak naga dari gunung’ kontan gue ketawa guling-guling di koridor sekolah diikuti oleh beberapa teman gue yang mendengar dengan penuh antusias, namun beberapa malah manggil ambulans dikiranya komplikasi ayan sama rabies gue kumat…

Terus temen gue yang sotoy itu bilang lagi, “Sepong Se Hau itu artinya ‘anak cacing dari gunung’!” kontan gue ketawa guling-guling ampe jatoh dari lantai tiga terus naek lagi en jatoh lagi en naik lagi en jatoh lagi sampai sepuluh kali berulang tanpa jeda. Terus kan beberapa temen gue yang mirip kuda poni itu teringat akan sesuatu kalo gue mirip Cina Mangga Dua Pelangi (baca di posting sebelumnya, pasti inget deh…). Dan mereka teriak bareng-bareng, kalo gitu nama elu ganti aja Fi, jadi bahasa cina!” gue bengong kayak sapi ompong. Dalem hati gue mikir, nama cina apakah yang akan teman-teman gue berikan pada gue, akankah nama yang akan menggetarkan seluruh dunia persilatan indonesia atau dunia per-kungfu-an cina? Akankah nama ini kelak akan menjadi legenda di sebelah nama Bruce Lee? Atau ternyata nama ini akan menggantikan nama tenar Kick Andy(gue suka rambutnya gokiiil!!!) menjadi Kick sapa-gitu-nama-gue-entar-dalam-bahasa-cina?

Taunya mereka teriak sekenceng-kencengnya, “CHUN!” oh-mai-gat-wat-‘tje-fuk’? Itu kan nama cewek berbadan aduhai dengan baju cina di Street Fighter! Chun Lee? Anaknya Bruce Lee kali. Bruce Lee? Temennya Jet Lee kali(Sotoy banget padahal penulisan salah gitu). Jet Lee? Temennya Lelee kale. Iyak cukup…

No Sh**! Ogah banget gue dipanggil gitu! Tapi nasi telah menjadi bubur, dan toge telah berkecambah(apa sih!?)… semua orang yang lagi jalan di koridor itu denger teriakan para kuda poni disebelah gue! Dah mereka terang aja langsung manggil gue Chun! Chun! Chun! Bahkan ada yang ekstrem, temennya ekstrail, bilag Pe-ChuN! Lu-Chun! San-ChuN! (APASIH STOP DEH!)ArrggH! Gue masuk WC terus gue flush diri gue sendiri. Gue bingung lah! Emang gue sudah mentransformasi diri gue sendiri barengan BumbleBee di Transformers menjadi seorang wanita berbadan pria cina!? ARGH!

Dan Elu tauk, temen cowok seangkatan gue kebanyakan manggil gue dengan nama cewek cina tersebut…!

Argh gak tau ah gue bingung…

Kamis, 25 September 2008

SONGSONG LIBURAN DENGAN “CHUN” GOKONG! (YEY! LIBURAN!!!)

SONGSONG LIBURAN DENGAN “CHUN” GOKONG! (YEY! LIBURAN!!!)

H

Aaaahahahahahahaha!” Tawa penuh hina dan nista membahana dari mulut seorang Chun! Walau di guyur sama satu tangki air kembang juga baunya masih ga kalah dari orang yang habis menekuni praktek perjengkolan yang digelar di Monas (emang ada?).

Heyaaaa! Jadi sekarang udah liburaaaan! Buset gue seneng gila! Ttapi berhubung puasa jadi ga kemana-mana neh… bete juga. Kerjaan Cuma ol MSN dari jam 8-10 malem. Eh ya, MSN gue adalah luthfi_labs@hotmail.com , add yah!!!

Oke jadi ada suatu kejadian yang gokil abis di hari kedua liburan gue. Anda tahu apa itu? Itu adalah Les Inggris gue! Emangs ih kerajinan liburan masih Les Inggris, soalnya itu session terakhir sebelum lebaran sih. Jadi gini neh…!

Gue lagi mengerjakan sola-soal bahasa Inggris di ILP level CAE (baca ‘mengerjakan’ : garuk-garuk kepala sambil muter-muter pensil tanpa menulis satu kata pun karena gue BINGUNG!). mantep bangedh dah soalnya. Maknyus kalo kata Bondan Winarno (bener ga!?).

Nah teruskan ada azan tuh! Kelas kita break dulu, bukan patah lho ya! Nah kan gue mengeluarkan setermos the dari tas gue. Terus gue tuang tuh dengan mantap, sudut 45 derajat dan… E GOBLOK TEH-NYA TUMPAH! MONYET!!! Bayangin aja men! Di tempat les, lu numpahin aer the manis anget pas buka puasa! Temen gue, namanya Alden, langsung ngakak-tereak-tereak histeris (gimana jadinya tuh? Gini kali ye, Hahahah-Hiiiiii-Hahahah-Hiiiii… tau ah…). Mumpung tuh tiba-tiba lantai tiga sepi banget karena pada ke lantai satu semua buat ambil bukaan puasa (ga enak bahasanya…), cuma tinggal gue sama Alden di lantai tiga, maka gue pun melakukan ide gila. Gue nyolong keset Musholla! Gyahahahahahaha!

Buset gue lari kayak The Plesh (baca: Flash) merunduk, kemudian ciat guling-guling kayak biksu Tao Cai Pan nyolong keset. Cess! Tu keset ada di tangan gue, maka gue pun balik lagi ke kelas dengan ciat guling-guling. Itu keset langung gue injek-injekin ke tumpahan teh manis gue yang berharga. Tadinya gue niat minum lagi sih pake cara “jilat-jilat sampe bersih ala biksu Tao Cai Pan” (Tao Cai Pan tuh sapa sih!?), tapi berhubung ada Alden dan gue teringat kalau sepatu gue sendiri ngga higienis, maka gue membatalkan niat tersebut.

Okeh! Setelah beres gue langsung ngepot lagi kayak bajaj kebakaran, ber ciat guling-guling ria ke arah Musholla. Terus gue lempar itu kaset… (keset goblok!)

Nah yang sialnya, pas gue solat maghrib, gu lupa! Kalo keset sial itu pastinya lengket banget! Nah kan gue nih orang paling rajin, jadi gu eyang wudhu paling pertama, terus pas gue injek tuh keset, crot!!! Eh dobo! Serat-serat ijuknya yang super kotor kaga dicuci setaon + teh manis gue yang super lengket nempel ke kaki gue! Alden sampe guling-guling ketawa ngakak ga karuan kayak orang nonton film Romen en Juliet (hah!?). alhasil gue jadi harus solat terakhir gara-gara ngebersihin itu ijuk-ijuk yang lengketnya ga ketulungan…

Sial bener gue ye…

Kegoblokan no. 998 “AKSELERASI meracuni hidup Chun!?”

Kegoblokan no. 998 “AKSELERASI meracuni hidup Chun!?”

H

ei, Chun!!!” Tau gak lo gue kesel banget sama panggiilan itu. Tapi lama-kelamaan biasa juga sih(plin-plan….). eh ngomong-ngomong Kuda Bunting yang gue temuin di atap sekolah udah beranak lima belas loh! Ayo kita rayakan kelahiran kuda bunting yang ke-15!(Apa sih!?...)

Okeh, jadi Labschool juga telah direnovasi dikit-demi sedikit (banget dikitnya ampe ga keliatan itu gedung kalo mau dibangun lagi…), dan gue telah menjalani kehidupan gue sebagai siswa AKSELERASI di SMA LABSCHOOL! Elu percaya? Gue yang edan ini masuk Akselerasi? Gue juga awalnya ngga, tapi setelah gue mencubit pipi gue, menyetrika wajah gue, mencoba memaku jempol kaki gue, akhirnya orang tua gue berkata kalo ini semua dalah NYATA! Dan bukan mimpi… Maka gue pun pergi ke Gunung Kelud untuk bermeditasi… (Apa sih! Ok back to topic!)

Buset, aksel itu emang gila! Elu semua pasti mikir kalo anak aksel itu maniak belajar! Maniak buku paket pelajaran! Nilai 100 semua! TAPI SEMUA ITU SALAH SODARA-SODARA KU YANG KUCINTAI DAN KUBANGGAKAN!!! Di aksel itu hanya ada 23 orang gila+edan seperti gue yang gilanya ga ketulungan, yang ga pernah mau ngerjain tugas kalau ngga disambit ama bapak gue, yang kalo ulangan ngejer remed karena KKm gue 75! Buset! Stress ga tuh!? Setan!!!

Kelas gue gue juga pernah ke-gep main kartu sama kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang akademik, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Terus ketahuan main darts sampe-sampe papan en jarum-jarum (jarum bukan sih namanya?) nya disita. Terus juga ketahuan mecahin lampu-lampu kecil buat ujian elektronika-fisika. Terus juga ketahuan nyembunyiin salah satu anak kuda bunting gue dan simpanse yang kita kira adalah guru Pramuka(emang di SMA masih ada pramuka?).

Jadi bagi yang berpikiran akselerasi itu eksklusif mending buru-buru apus deh… hehehe…

Yang paling parah itu, pernah ada rapat (secara kelas gue dipindahkan disebelah ruang rapat, entah karena kita begitu brutalnya atau kita emang ga dapet ruangan), terus gue dan ke-23 gue lainnya menggebrak-gebrak dinding triplek tebel yang satu dinding ama ruang rapat, dan yang lagi rapat itu ketua Badan Pengelola Sekolah, Kepsek, Wakasek Akademik, Wakasek Kesiswaan, Ketua POMG dkk. Yah elu taulah lanjutannya…

Dan yang paling edan adalah gue KETUA KELAS para MONYET AKSELERASI!!!

GYAHAHAHAHAHAHAHA…..!

Anda kaget!? Ahmad Dhani kaget!? Obama kaget!? Saya juga kaget!

Tapi gue janjibakal bikin tuh anak-anak siswa akselerasi makin ga jelas dan tambah gila sehingga mereka bisa menciptakan senjata biologis dari seekor siput berlendir yang akan digunakan untuk menghancurkan setiap orang yang makan pete danjengkol secara berlebihan!!! (hosh… hosh…)

Yah berjuanglah kalian semua wahai penghuni bumi… (udah mulai ga jelas…)

Oke deh sekian dulu yap. Eh The Legend of Chun tuh malu-malu in banget… gue ampe ga tega nge-postnya…!

See ya! Maap lama banget ga nge-post! Coment please…!

Selasa, 26 Agustus 2008

ACOLABS TUH APA SIH!?!?!? sekalian ... Voting nama baru ACOLABS SMA!!!

Pertama, maaph yaph kalo topik ini terbatas untuk anak-anak Acolabs, jadi yang dari luar mungkin ngga ngerti. Tapi baca aja deh, seru buangedh kok! Gue berharap ngasih masukan ya... I'm so sorry...

Okeh secara banyak yang protes tentang Acolabs SMA yang ternyata penuh konflik-konflik binal seperti :

JAM EKSKULNYA BENTROK SAMA BAJEP (Bahasa Jepang) BENTROK SAMA TAEKWONDO, BENTROK SAMA What The Fuck lainnya... gue juga tau yang namanya ekskul yah hari normalnya jum'at. jadi dari DOLOOO juga BAHASA JEPANG ITU BENTROK SAMA TAEKWONDO, DIVA DANCE, BAHASA ASMAT en sekarang juga udah pasti BENTROK sama ACOLABS!!! Jadi made up your mind!!! Emang ni ekskul bisa dipindah-pindah segampang mindahin gentong aer isi gajah!?!?!? Bikinnya aja udah bikin gue kayak onta mo beranak gajah... tau ah lanjutannya.

Terus yang kedua, ANAK-ANAKNYA KAYAK ANAK KUDA SUMBAWA BUNTING YANG KENA RAJA SINGA DAN MESTI DIKEBIRI!!! Ini Problem Acolabs dari dulu, kita ga pernah dapet input 100% orang waras, pasti ada 25% orang gila yang nyasar ke hutan Acolabs. Jadi siapkan mental anda sodara-sodara, anda tau kalo Acolabs tak akan pernah serapih ekskul GAMELAN...

Ketiga, Ini ANAK-ANAK KUDA minta nama ekskulnya diganti... secara tahap pertama pembuatan nama ini udah gue dan teman-teman angkatan pertama Acolabs lakuin! Proses pencarian nama dan jati diri ini menghabiskan jiwa, raga, dan tenaga yang ngga kira-kira buanyaknya. Kalo lu mau ngitung berapa kutu di badan satu milyar monyet, pasti masih kurang dari jumlah semua Feses dan urin yang kami keluarkan dalam volume ultra-mikroliter.

Okeh sekarang bales pertanyaaan ini dengan cara kommen post ini.

Kalo lu mau ganti Nama Acolabs, jadi apa namanya???

Bagi Outsiders yang gue hormati, Bagaimana tanggapan anda pada ekskul ini? Nama apakah yang bagus untuk ekskul ini?

penjelasan tentang apa itu acolabs akan gue luncurkan setelah gue nge-post 'kenapa gue dipanggil chun...'

see ya!!!